Pemberdayaan Masyarakat

Pemberdayaan masyarakat dengan pendekatan PLS ( Community Education for Development ),

Menempatkan masyarakat sebagai subyek pemberdayaan yang memilik potensi untuk dikembangkan dan mengembangkan diri.

Pengembangan masyarakat / pemberdayaan

  • Ditinjau sebagai sistem → supra sistem
  • Ditinjau sebagai sebuah gerakan
  • Komponen-komponen pengembangan yang saling berhubungan, berproses untuk mencapai tujuan

Macam pendekatan dalam pemberdayaan

  1. Dimulai dari infrastruktur → fasilitas publik → dapat mengembangkan sektor ekonomi dan sosial → pusat-pusat logistik → listrik → industri → tenaga kerja menjadi terserap → kesjahteraan
  2. Pembinaan Institusi – institusi
  3. Pengembangan SDM ( tenaga kerja ) → mentalistik → keadaran sikap positif
  4. Kondisional → sikap ( emosi, keinginan, kebutuhan, tuntutan ) → aspek keagamaan, budaya ( ketika memerlukan pembangunan watak dan moral ).

Pemberdayaan dalam konteks PLS

  1. Menumbuhkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya upaya mereka untuk membebaskan diri dari kebodohan, dari upah kerja yang rendah, dari ketidak adilan dan kekerasan → proses yang ditempuh misalnya melalui pendidikan keaksaraan, latihan keterampilan, penyuluhan tentang kesadaran hukum dsb.
  2. Membantu masyarakat untuk bisa hidup berorganisasi secara bersama-sama agar dapat menjajagi berbagai peluang peningkatan akses terhadap pembangunan.
  3. Secara bersama dengan berbagai unsur mengidentifikasi kebutuhan dan mendayagunakan prasarana sosial dalam memecahkan masalah sosial ekonomi.

Community Locality Development

v  Sebuah model pengembangan masyarakat yang menekankan pada partisipasi penuh seluruh warga masyarakat

v  Suatu proses yang dirancang untuk menciptakan kemajuan kondisi ekonomi dan sosial dengan partisipasi aktif dan sejauh mungkin menimbulkan prakarsa mayarakat itu sendiri.

v  Usaha terencana dan sistematis yang dilakukan oleh untuk dan dalam masyarakat → guna meningkatkan kualitas hidup dan kehidupannya.

Prinsip dasar pengenalan ide-ide baru kepada masyarakat

  1. Membangkitkan kemampuan manusia baik indiviu / kelompok ( capacity )
  2. Mendorong tumbuhnya kebersamaan dan kemerataan nilai dan kesejahteraan ( equity )
  3. Kepercayaan untuk membangun dirinya sendiri sesuai dengan kemampuan yang ada ( kesempatan, kebebasan memilih dan kekuasaan untuk memutuskan sesuatu ( empowerment )
  4. Membangkitkan kemampuan untuk membangun secara mandiri ( sustanbility )

Mengurangi ketergantungan dan menciptakan hubungan saling menguntungkan dan saling menghormati ( interpendence )

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: